untuk memudahkan Cari Lagu, ketik disini

Memuat...

ILMU dan ULAMA

Assalamu ’alaikum Wb. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua.
Dalam kesempatan ini, tema yang paling urgent di kalangan remaja dan dewasa adalah Dewasalah dalam menyikapi berzina!
Suatu kata yang sengaja ditulis untuk memahamkan kita untuk mengenal perilaku zina, dewasa memahaminya, dewasa mengambil keputusan corak ragam pemikiran manusia tentang zina tersebut.
Walaupun hanya beberapa kalimat namun tingginya makna diri pada hati yang tergugah dan tenang sekalipun itu pedih.
Allah telah berfirman :

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Sungguh Allah telah memerintahkan kaum lelaki dan wanita untuk menahan pandangan dan kemaluaan dari sesuatu yang haram. Apakah yang haram itu?
Dalam salamun taufiq disebutkan maksiat kelamin yang dilaknat Allah adalah:
1.Zina
2.Liwath (lewat dubur)
3.Menjima’(menyetubuhi) binatang walaupun miliknya
4.Mengeluarkan air mani dengan selain tangan istri (khusus pria) termasuk onani (red)
5.Menjima’ Istri yang sedang haid, nifas atau setelah tetesan darahnya berhenti tetapi belum mandi wajib.
6.Membuka aurat di depan orang yang haram melihatnya
7.Menghadap ke arah kiblat atau membelakangi ketika membuang hajat
8.Membuang hajat di atas kuburan atau duduk diatasnya
Dalam alqur’an dikuatkan pula


68. Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),


Selain itu sahabat-sahabat nabi meriwayatkan “ Takutilah perbuatan zina, sebab disana ada 6 hal : 3 didunia dan 3-nya diakrerat.
Tiga balasan didunia ialah
(1) kurang rezeki
(2) putusnya ajal, dan
(3) muram wajahnya.
Tiga hal diakherat ialah
1.murka Allah,
2.siksaan dahsyat pedihnya,
3.dan masuk neraka.”

Ya Allah...! berhati-hatilah wahai sahabat...!terhadap syaethon , karena tipu muslihat setan sangatlah hebat. Sejarah telah mencatat dengan jelas. Nabi Adam as. Dikeluarkan oleh Allah dari surga karena bujukan seorang wanita yang dipengaruhi oleh Iblis. Lantas bagaimana dengan kita manusia biasa. Manusia berkedudukan nabipun tidak lepas dari akal busuk syaithon, apalagi kita manusia berlumur dosa. Maka dari itu berhati-hatilah wahai sahabat terhadap bujuk rayuan iblis dan wanita yang tidak sholehah.

DINERAKA 500 TAHUN>>>Balasannya.

Dikisahkan dalam kitab mukasyafatul qulub:
Seorang sahabat Abdullah bin umar duduk-duduk dipintu rumahnya. Ia meliahat pemuda tampan, abdullah lari masuk rumah dan menguncinya. Beberapa saat kemudian bertanya : ”Fitnah itu sudah pergi atau belum!” Mereka menjawab : ”Sudah pergi.” maka abdullah keluar dari rumah.
Ada yang bertanya, ”Wahai Abdullah, apa yang dilakukan anak itu terhadap kamu!Apa ada sesuatu yang kau dengar dari Rosulullah mengenai dia!”
Abdullah menjawab,”memandang mereka itu haram, berbicara atau berkumpul juga haram!”
Al Qadli Al Imam rh. Berkata : “Aku pernah mendengar seorang masyayikh berkata : Setiap wanita ada satu syetan, dan syetan setiap anak remaja terdapat 18 syetan.”. Ada riwayat:“Barang siapa yang mencium anak remaja dengan syahwat, Allah ta’ala akan menyiksa dineraka 500 tahun. Dan barang siapa yang mencium wanita dengan syhwat, seolah-olah ia berzina dengan 70 perawan. Dan barang siapa yang berzina perawan maka ia ibaratnya berzina dengan 70.000 janda.”

Dan nanti alam barzah keadaan manusiapun keluar dari kubur tanpa pakaian, tidak berkasut dan sebagainya. Mereka bertelanjang bulat tanpa seurat benang pun dibadan. Dalam masa bangkit itu, manusia dalam keadaan bermacam-macam rupa.
Lantas Balasan orang Pezina?
Yang berjalan dengan kepala di bawah dan kaki di atas langit.Darah dan nanah sentiasa mengalir dari kemaluan mereka.Mereka itu suka berbuat zina semasa hidup.

Sekarang saatnya lihat disekeliling kita, anak muda-mudi berpacaran, ada yang ditempat sepi atau bahkan pacaran secara terang-terang. Pacaran sudah jelas hukumnya, HARAM. Karena pacaran itu mendekati pezinahan. Pantaskah itu dilakukan seorang mukmin sejati? Bahkan bisa dikatakan dewasakah dalam memahami zina, dengan alasan ta’aruf atau mengenal calon istri. Benar atau tidak niatnya, yang jelas Islam mengharamkan.

Coba dengar kisah Rosulullah.
Suatu waktu Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabat, muncul seorang pemuda berjumpa Nabi lalu berkata "Izinkanlah saya untuk berzina." Mendengar perkataan yang biadab itu, sahabat-sahabat terpinga-pinga dan merasa marah.

Namun Nabi Muhammad bersikap tenang dan melayan dengan baik. Baginda menyuruh pemuda itu hampir kepadanya lalu bertanya "Mahukah engkau berzina dengan ibumu?" Pemuda itu menjawab "Tidak!". Lantas Nabi bersabda "Kalau begitu, orang-orang lain juga tidak suka berbuat jahat kepada ibu-ibu mereka." Nabi kemudian mengajukan soalan kedua "Sukakah kamu berbuat jahat dengan saudara perempuanmu sendiri? atau sukakah kamu sekiranya isteri kamu dinodai orang?" Kesemua soalan itu dijawab oleh pemuda itu dengan "Tidak!".

Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang mulia ke atas pemuda itu sambil berdoa "Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina." Sejak peristiwa itu, tiadalah perkara yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina.
Allahu ’alam bishowb

Penulis
Nuryahman atau abdullah mustaghfiri asror
Artikel ini dapat didownload di Http/nuryahman.blogspot.com atau http/abdullah.asror.googlepages.com/home
0856 269 3 269Assalamu ’alaikum Wb. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua.
Dalam kesempatan ini, tema yang paling urgent di kalangan remaja dan dewasa adalah Dewasalah dalam menyikapi berzina!
Suatu kata yang sengaja ditulis untuk memahamkan kita untuk mengenal perilaku zina, dewasa memahaminya, dewasa mengambil keputusan corak ragam pemikiran manusia tentang zina tersebut.
Walaupun hanya beberapa kalimat namun tingginya makna diri pada hati yang tergugah dan tenang sekalipun itu pedih.
Allah telah berfirman :

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
Sungguh Allah telah memerintahkan kaum lelaki dan wanita untuk menahan pandangan dan kemaluaan dari sesuatu yang haram. Apakah yang haram itu?
Dalam salamun taufiq disebutkan maksiat kelamin yang dilaknat Allah adalah:
1.Zina
2.Liwath (lewat dubur)
3.Menjima’(menyetubuhi) binatang walaupun miliknya
4.Mengeluarkan air mani dengan selain tangan istri (khusus pria) termasuk onani (red)
5.Menjima’ Istri yang sedang haid, nifas atau setelah tetesan darahnya berhenti tetapi belum mandi wajib.
6.Membuka aurat di depan orang yang haram melihatnya
7.Menghadap ke arah kiblat atau membelakangi ketika membuang hajat
8.Membuang hajat di atas kuburan atau duduk diatasnya
Dalam alqur’an dikuatkan pula


68. Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),


Selain itu sahabat-sahabat nabi meriwayatkan “ Takutilah perbuatan zina, sebab disana ada 6 hal : 3 didunia dan 3-nya diakrerat.
Tiga balasan didunia ialah
(1) kurang rezeki
(2) putusnya ajal, dan
(3) muram wajahnya.
Tiga hal diakherat ialah
1.murka Allah,
2.siksaan dahsyat pedihnya,
3.dan masuk neraka.”

Ya Allah...! berhati-hatilah wahai sahabat...!terhadap syaethon , karena tipu muslihat setan sangatlah hebat. Sejarah telah mencatat dengan jelas. Nabi Adam as. Dikeluarkan oleh Allah dari surga karena bujukan seorang wanita yang dipengaruhi oleh Iblis. Lantas bagaimana dengan kita manusia biasa. Manusia berkedudukan nabipun tidak lepas dari akal busuk syaithon, apalagi kita manusia berlumur dosa. Maka dari itu berhati-hatilah wahai sahabat terhadap bujuk rayuan iblis dan wanita yang tidak sholehah.

DINERAKA 500 TAHUN>>>Balasannya.

Dikisahkan dalam kitab mukasyafatul qulub:
Seorang sahabat Abdullah bin umar duduk-duduk dipintu rumahnya. Ia meliahat pemuda tampan, abdullah lari masuk rumah dan menguncinya. Beberapa saat kemudian bertanya : ”Fitnah itu sudah pergi atau belum!” Mereka menjawab : ”Sudah pergi.” maka abdullah keluar dari rumah.
Ada yang bertanya, ”Wahai Abdullah, apa yang dilakukan anak itu terhadap kamu!Apa ada sesuatu yang kau dengar dari Rosulullah mengenai dia!”
Abdullah menjawab,”memandang mereka itu haram, berbicara atau berkumpul juga haram!”
Al Qadli Al Imam rh. Berkata : “Aku pernah mendengar seorang masyayikh berkata : Setiap wanita ada satu syetan, dan syetan setiap anak remaja terdapat 18 syetan.”. Ada riwayat:“Barang siapa yang mencium anak remaja dengan syahwat, Allah ta’ala akan menyiksa dineraka 500 tahun. Dan barang siapa yang mencium wanita dengan syhwat, seolah-olah ia berzina dengan 70 perawan. Dan barang siapa yang berzina perawan maka ia ibaratnya berzina dengan 70.000 janda.”

Dan nanti alam barzah keadaan manusiapun keluar dari kubur tanpa pakaian, tidak berkasut dan sebagainya. Mereka bertelanjang bulat tanpa seurat benang pun dibadan. Dalam masa bangkit itu, manusia dalam keadaan bermacam-macam rupa.
Lantas Balasan orang Pezina?
Yang berjalan dengan kepala di bawah dan kaki di atas langit.Darah dan nanah sentiasa mengalir dari kemaluan mereka.Mereka itu suka berbuat zina semasa hidup.

Sekarang saatnya lihat disekeliling kita, anak muda-mudi berpacaran, ada yang ditempat sepi atau bahkan pacaran secara terang-terang. Pacaran sudah jelas hukumnya, HARAM. Karena pacaran itu mendekati pezinahan. Pantaskah itu dilakukan seorang mukmin sejati? Bahkan bisa dikatakan dewasakah dalam memahami zina, dengan alasan ta’aruf atau mengenal calon istri. Benar atau tidak niatnya, yang jelas Islam mengharamkan.

Coba dengar kisah Rosulullah.
Suatu waktu Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabat, muncul seorang pemuda berjumpa Nabi lalu berkata "Izinkanlah saya untuk berzina." Mendengar perkataan yang biadab itu, sahabat-sahabat terpinga-pinga dan merasa marah.

Namun Nabi Muhammad bersikap tenang dan melayan dengan baik. Baginda menyuruh pemuda itu hampir kepadanya lalu bertanya "Mahukah engkau berzina dengan ibumu?" Pemuda itu menjawab "Tidak!". Lantas Nabi bersabda "Kalau begitu, orang-orang lain juga tidak suka berbuat jahat kepada ibu-ibu mereka." Nabi kemudian mengajukan soalan kedua "Sukakah kamu berbuat jahat dengan saudara perempuanmu sendiri? atau sukakah kamu sekiranya isteri kamu dinodai orang?" Kesemua soalan itu dijawab oleh pemuda itu dengan "Tidak!".

Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang mulia ke atas pemuda itu sambil berdoa "Ya Allah, sucikanlah hati pemuda ini. Ampunkanlah dosanya dan peliharakanlah dia dari melakukan zina." Sejak peristiwa itu, tiadalah perkara yang paling dibenci oleh pemuda itu selain zina.
Allahu ’alam bishowb

Penulis
Nuryahman atau abdullah mustaghfiri asror
Artikel ini dapat didownload di Http/nuryahman.blogspot.com atau http/abdullah.asror.googlepages.com/home
0856 269 3 269

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar